Travel Umroh Terdaftar Resmi Kementrian Agama RI.

Qiblat Wisata Travel Umroh Murah Jakarta ~ Terpercaya Sudah 16 Tahun

Persyaratan dan Prosedur Tata Cara Pembatalan Haji Reguler Terupdate

Pembatalan Haji Karena Sakit atau Alasan lain

Cara Pembatalan Pendaftaran Jama'ah Haji Setelah DP atau Setoran Awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) Reguler  
Pembatalan pendaftaran jama'ah Haji dilakukan oleh jama'ah haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota dengan membawa persyaratan sebegai Berikut: 
  1. Surat Permohonan Pembatalan Bermaterai Rp.6,000 dengan menyebutkan alasan pembatalan, yang ditujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota
  2. Bukti asli setelah DP atau setoran Awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang dikeluarkan oleh BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)
  3. Asli aplikasi transfer Dp setoran Awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) ke rekening Menteri Agama
  4. SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)
  5. Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama Jama'ah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya dan
  6. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan memperlihatkan aslinya

Cara Pembatalan Pendaftaran Jama'ah Haji Setelah Setoran Lunas BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)
Pembatalan pendaftaran jama'ah Haji dilakukan oleh jama'ah haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota dengan membawa persyaratan sebegai Berikut: 

  1. Surat Permohonan Pembatalan Bermaterai Rp.6,000 dengan menyebutkan alasan pembatalan, yang ditujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota
  2. Bukti asli setelah DP atau setoran Awal dan setoran Lunas BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang dikeluarkan oleh BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)
  3. Asli aplikasi transfer Dp setoran Awal dan setoran Lunas BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) ke rekening Menteri Agama
  4. SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)
  5. Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama Jama'ah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya dan
  6. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan memperlihatkan aslinya
Tata Cara Pembatalan Haji Reguler sesuai peraturan Kemenag

Pembatalan Haji Karena Meninggal

Cara Pembatalan Pendaftaran Jama'ah Haji Setelah DP atau Setoran Awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) Reguler
Untuk Jama'ah haji batal dengan alasan meninggal dunia sebelum proses keberangkatan ke Embarkasi haji, pembatalan pendaftaran jama'ah haji dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota oleh ahli waris atau kuasa waris, dengan membawa persyaratan sebagai berikut:
  1. Surat permohonan pembatalan Bermaterai Rp.6,000 dari ahli waris atau kuasa waris jama'ah haji yang meninggal dunia yang ditujukan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota
  2. Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Lurah atau Kepala Desa atau Rumah sakit setempat jika meninggal di Rumah Sakit.
  3. Surat keterangan waris Bermaterai Rp.6,000 yang dikeluarkan oleh Lurah atau Kepala Desa dan diketahui Oleh Camat
  4. Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk ahli waris untuk melakukan pembatalan pendaftaran jama'ah haji Bermaterai Rp.6,000
  5. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) ahli waris atau kuasa waris jama'ah haji yang mengajukan pembatalan pendaftaran jama'ah haji dan memperlihatkan aslinya
  6. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari ahli waris atau kuasa waris jama'ah haji Bermaterai Rp.6,000
  7. Bukti asli setelah DP atau setoran Awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang dikeluarkan BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) 
  8. Asli aplikasi transfer DP setoran Awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) ke rekening Menteri Agama
  9. SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)
  10. Fotokopi buku tabungan yang masih akif atas nama Jama'ah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya dan
  11. Fotokopi buku tabungan ahli waris atau kuasa waris yang masih aktif dan memperlihatkan aslinya

Cara Pembatalan Pendaftaran Jama'ah Haji Setelah Setoran Lunas BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)
Untuk Jama'ah haji batal dengan alasan meninggal dunia sebelum proses keberangkatan ke Embarkasi haji, pembatalan pendaftaran jama'ah haji dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota oleh ahli waris atau kuasa waris, dengan membawa persyaratan sebagai berikut:
  1. Surat permohonan pembatalan Bermaterai Rp.6,000 dari ahli waris atau kuasa waris jama'ah haji yang meninggal dunia yang ditujukan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota
  2. Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Lurah atau Kepala Desa atau Rumah sakit setempat jika meninggal di Rumah Sakit.
  3. Surat keterangan waris Bermaterai Rp.6,000 yang dikeluarkan oleh Lurah atau Kepala Desa dan diketahui Oleh Camat
  4. Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk ahli waris untuk melakukan pembatalan pendaftaran jama'ah haji Bermaterai Rp.6,000
  5. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) ahli waris atau kuasa waris jama'ah haji yang mengajukan pembatalan pendaftaran jama'ah haji dan memperlihatkan aslinya
  6. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari ahli waris atau kuasa waris jama'ah haji Bermaterai Rp.6,000
  7. Bukti asli setelah DP atau setoran Awal dan Lunas BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang dikeluarkan BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) 
  8. Asli aplikasi transfer DP setoran Awal dan Lunas BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) ke rekening Menteri Agama
  9. SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)
  10. Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama Jama'ah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya dan
  11. Fotokopi buku tabungan ahli waris atau kuasa waris yang masih aktif dan memperlihatkan aslinya 

Waktu Penyelesaian Pembatalan

Proses untuk penyelesaian pembatalan DP setoran Awal atau setoran Lunas BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) Reguler adalah 11 (Sebelas) hari kerja, dengan ketentuan waktu proses sebagai berikut
  1. Kantor Kmenetrian Agama Kabupaten atau Kota selama 3 (Tiga) hari kerja
  2. Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri selama 3 (Tiga) hari kerja
  3. Direktorat Pengelolaan Dana Haji selama 3 (Tiga) hari kerja
  4. BPS BPIH (Bang Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) selama 2 (Dua) hari kerja

Prosedur Pengembalian Pembatalan

Cara Pengembalian DP setoran Awal dan setoran Lunas (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) Reguler
Prosedur pengembalian setoran Awal dan Setoran Lunas BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) reguler dilakukan oleh Direktorat Pengelolaan Dana Haji setelah menerima Nota Dinas pembatalan BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) dari Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan mekanisme sabagai berikut:
  1. Direktur Pengelolaan Dana Haji Subdit BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haii) melakukan Verifikasi data dan Dana DP setoran Awal dan setoran Lunas dan Berdasarkan hasil Verifikasi Direktur Pengelolaan Dana Haji menerbitkan SPM (Surat Perintah Membayar) yang ditujukan kepada BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)
  2. Subdit BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) melakukan konfirmasi data pembatalan melalui aplikasi SISKOHAT Online (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu)
Note. 
  • Jika semua Cara di atas kurang dimengerti dan dipahami, Sebaiknya Peserta Pembatalan Haji selalu Bertanya kepada Staff Dinas di setiap kantor yang terhubung, agar lebih di Pandu cara caranya.
Sumber Informasi https://haji.kemenag.go.id/

0 Response to "Persyaratan dan Prosedur Tata Cara Pembatalan Haji Reguler Terupdate"

Posting Komentar

close
Umroh Promo Bulan Oktober 2018 Biaya Murah 17 Jutaan