Travel Umroh Terdaftar Resmi Kementrian Agama RI.

Qiblat Wisata Travel Umroh Murah Jakarta ~ Terpercaya Sudah 16 Tahun

Jasa Badal Haji dan Umroh 2018 Biaya Murah Bersertifikat Resmi

Sebagai penyelenggara Umroh dan Haji kami rasa kurang sempurna sebagai penyelenggara, jika kami tidak menyediakan Jasa Badal Haji dan Badal Umroh karena kami melihat kondisi orang yang sudah berusia senja tidak mampu dengan fisiknya ataupun sakit yang tidak memungkinkan untuk melakukan Ibadah Umroh dan Haji, apa lagi dengan kondisi ekonomi yang tidak cukup untuk membiayai sampai akhirnya meninggal dunia, kami pun melengkapi dengan Jasa Badal Haji dan Badal Umroh dengan Biaya Terjangkau dan terjamin karena Badal Haji dan Badal Umroh kami dilakukan oleh Ustad yang mengerti Rukun Haji, Rukun Umroh, Hukum Islam dan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
siapa lagi yang lebih peduli kepada peserta yang belum menunaikan ibadah Umroh ataupun Haji karena kondisi diatas kecuali keluarganya, itu pun jika keluarganya dengan keadaan ekonomi yang cukup untuk membiayai Ba'dal Haji atau Ba'dal Umroh.
Berikut Jasa Badal Haji dan Umroh 2018 Murah Bersertifikat Resmi:

* Biaya Ba'dal Haji:: Rp.8,000,000
* Status: Bersertifikat

* Biaya Ba'dal Umroh: Rp.2,500,000
* Status: Bersertifikat

Persyaratan Peserta yang akan diba'dalkan
1. Nama yang akan diba'dal Haji atau diba'dal Umrohkan
2. Jenis Kelamin
3. Nama Ayah Kandung dan Ibu Kandung
4. Alamat dan Tempat Tanggal Lahir

Jasa Ba'dal Haji dan Ba'dal Umroh Bersertifikat Biaya Murah

Hadits Shahih Tentang Ba'dal Umroh dan Haji
  1. Disebutkan dalam hadits shahih, ada seorang laki-laki yang menceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh ada kewajiban yang mesti hamba tunaikan pada Allah. Aku mendapati ayahku sudah berada dalam usia senja, tidak dapat melakukan haji dan tidak dapat pula melakukan perjalanan. Apakah mesti aku menghajikannya?” “Hajikanlah dan umrohkanlah dia”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dan An Nasai). Kondisi orang tua dalam hadits ini telah berumur senja dan sulit melakukan safar dan amalan haji lainnya, maka tentu saja orang yang kuat dan mampu namun sudah keburu meninggal dunia lebih pantas untuk dihajikan.
  2. Di hadits lainnya yang shahih, ada seorang wanita berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku bernadzar untuk berhaji. Namun beliau tidak berhaji sampai beliau meninggal dunia. Apakah aku mesti menghajikannya?” “Berhajilah untuk ibumu”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Ahmad dan Muslim)
close
Umroh Promo Bulan Oktober 2018 Biaya Murah 17 Jutaan